Apa sih Itu Keputihan?

Bagi kebanyakan kaum hawa, keputihan bagai momok yang sangat menakutkan. Ketika mengalaminya, mereka (para wanita) menjadi resah, risih, merasa bersalah, nggak pede dan perasaan gundah lainnya.

Apa itu Keputihan ?…Apa bisa menyebabkan mandul, apa bisa menyebabkan kanker, apa bisa punya anak, apakah suami bisa puaas... apakah? ... Itulah pertanyaan yang mungkin mengganjal isi hati para wanita yang mengalaminya, baik yang sudah berkeluarga maupun yang belum.

Defenisi
Keputihan, atau dalam istilah medisnya disebut Fluor albus (fluor=cairan kental, albus=putih) atau Leukorhoea, secara umum adalah: keluarnya cairan kental dari vagina yang bisa saja terasa gatal, rasa panas atau perih, kadang berbau, atau malah tidak merasa apa-apa. Kondisi ini terjadi karena tergangggunya keseimbangan flora normal dalam vagina, dengan berbagai penyebab.

Gejala Keputihan
Lazimnya pembahasan penyakit diawali dengan gambaran umum, definisi, perjalanan penyakit (patofisiologi), penyebab, gejala dan seterusnya. Kali ini penulis tidak mengikuti kelaziman di atas supaya pokok bahasan lebih mudah dimengerti.

Gejala keputihan dibagi 2 kelompok, yakni: gejala Keputihan yang bukan penyakit (non patologis), dan gejala keputihan yang disebabkan penyakit (patologis)

Gejala keputihan bukan karena penyakit :
- Cairan dari vagina berwarna bening
- Tidak berwarna, Tidak berbau, Tidak gatal
- Jumlah cairan bisa sedikit, bisa cukup banyak

Gejala keputihan karena penyakit :
- Cairan dari vagina keruh dan kental
- Warna kekuningan, keabu-abuan, atau kehijauan
- Berbau busuk, anyir, amis, terasa gatal
- Jumlah cairan banyak

Perlu anda ingat bahwa keputihan tidak menyebabkan Kanker tetapi keputihan yang disebabkan penyakit dan dibiarkan tidak diobati sampai lama, adakalanya menyebabkan kemandulan karena penyebaran infeksi. Sedangkan keputihan yang bukan karena penyakit, tidak menyebabkan kemandulan.

Penyebab Keputihan
Seperti halnya gejala keputihan, penyebab terjadinya Keputihan dapat disebabkan kondisi non patologis (bukan penyakit), dan kondisi patologis (karena penyakit)

Penyebab Non Patologis (bukan penyakit) :
- Saat menjelang Menstruasi, atau setelah Menstruasi
- Rangsangan Seksual, saat wanita hamil
- Stress, baik fisik maupun psikologis

Penyebab Patologis (karena penyakit) :
- Infeksi Jamur (kebanyakan jamur Candida albicans )
- Infeksi bakteri (kuman E. coli, Sthaphilococcos )
- Infeksi Parasit jenis Protozoa (umumnya Trichomonas vaginalis )
- Penyebab lain bisa karena infeksi Gonorhoe (GO / Kencing nanah ), Bisa pula karena sakit yang lama, kurang gizi, anemia, dan faktor hyegiene (kebersihan).

Hal lain yang juga dapat menyebabkan keputihan antara lain :
pemakaian tampon vagina, celana dalam terlalu ketat, alat kontrasepsi, rambut yang tak sengaja masuk ke vagina, pemakaian antibiotika yang terlalu lama dan lain-lain.

Kanker leher rahim juga dapat menyebabkan keputihan, tetapi bukan berarti keputihan menyebabkan kanker. Perlu diingat lagi, bertanya kepada ahlinya adalah tindakan yang bijaksana.

Pengobatan
Pengobatan keputihan sudah barang tentu bergantung kepada penyebabnya. Untuk keputihan ringan, cukup dengan membersihkan dengan antiseptik vagina sesuai anjuran dokter anda. Sedangkan keputihan akibat infeksi, mutlak diperlukan anti infeksi. Pemilihan anti infeksi disesuaikan dengan jenis mikro-organismenya. Jika penyebabnya jamur, maka diberikan pengobatan anti jamur, jika karena bakteri diberikan antibiotik (sesuai jenis kuman), jika penyebabnya protozoa (Trichomonas vaginalis) diberikan obat anti parasit dan seterusnya.

Perlu diingat, pemilihan obat-obat di atas sebaiknya berdasarkan jenis mikro-organisme penyebab keputihan. Caranya dengan memeriksa cairan vagina untuk mengetahui jenis mikro-organisme. Sedangkan pemeriksaan lebih spesifik dan akurat untuk keputihan karena kuman adalah test kepekaan kuman. Nah, dengan test kepekaan ini dapat ditentukan jenis antibiotikanya.

Contoh :
Test kepekaan antibiotika terhadap penyebab keputihan menunjukkan hasil sebagai berikut:

- Eritromisin: 22 mm
- Doksisiklin: 22 mm
- Tiamfenikol: 20 mm
- Siprofloksasin: 18 mm
- Metronidazol: 18 mm

Berdasarkan hasil test kepekaan tersebut maka obat pilihan yang diberikan adalah Eritromisin atau Doksisikllin.

Ketika Keputihan, apa tindakan Anda ?
- Berupaya mencari pengobatan yang tepat dan benar
- Hindari memakai pakaian ketat dan jaga kebersihan
- Untuk sementara menghindari hubungan badan dan ajak pasangan anda menjalani

Pemeriksaan bersama
- Tidak mengobati diri sendiri karena kesalahan obat dapat memperberat infeksi
- Pemakaian obat antibiotika, hanya atas anjuran dokter.
- Hindari gonta ganti pasangan

Bagaimana mencegah Keputihan ?
Jaga Kebersihan Vagina (bersihkan dengan air bersih, sedangkan pemakaian cairan antiseptik hanya atas saran dokter). Hindari celana dalam ketat apalagi yang berbahan nylon, sebaiknya pakai bahan katun dan jangan lupa ganti setiap hari. Membasuh atau membilas vagina dari depan ke belakang. Menghindari duduk di toilet umum (kecuali terpaksa, setelahnya bilas dengan air bersih sampai bersih) Ganti pembalut (di kala menstruasi) tepat waktu, dll.


Pesan Untuk Para Pria
Jika suatu saat pasangan kita anda mengalami keputihan, jangan lantas curiga atau menunjukkan muka masam. Bantulah pasangan anda untuk mengatasi masalah tersebut, bukan malah menambah kepanikan. Bisa saja keputihan yang dialami pasangan disebabkan non patologis, misalnya karena kecemasan. Kecemasan itupun banyak faktor pencetusnya. ContohNya: sedang banyak pekerjaan, lembur tiap hari atau jangan-jangan uang belanja kurang dan lain-lain. Intinya, jangan terlalu risau tapi jangan pula memandang sepele. Langkah terbaik adalah menghubungi dokter. Sebagai tambahan keputihan yang disebabkan bukan penyakit, misalnya karena alat kontrasepsi atau sebab lainnya, boleh saja berhubungan intim, nggak pengaruh kok.

elxis bro

0 Responses to "Apa sih Itu Keputihan?"

Poskan Komentar